MAKAN DAN PUASA DALAM POLA MAKAN KETOFASTOSIS

Pola Makan Ketofastosis - Makan adalah kebutuhan hidup manusia yang tidak mungkin kita hindari, bahkan Makan bagi sebagian orang sudah menjadi sebuah hobby dan kesukaan tersendiri meskipun beberapa orang dalam menjalankan ibadah Puasa juga tetap dilakukan dengan baik.

Makan dan puasa disini adalah membedakan waktu yang tepat antara kapan harus makan dan kapan harus puasa dalam proses tubuh manusia yang lebih sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang baik untuk jangka panjang agar tubuh kita seminimal mungkin jauh dari sumber penyakit dan memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik.


vco ketofastosis
SEHAT DENGAN POLA MAKAN KETOFASTOSIS

GLUKOSA / CARBO SEBAGAI SUMBER ENERGI


Kebiasaan makan dengan kadar yang berlebihan tentunya bukan merupakan kebiasaan yang baik terutama bagi tubuh kita sendiri. Karena sebenarnya tubuh manusia secara alami di design untuk bertransisi kedalam dua bagian waktu yaitu kapan waktu yang tepat untuk kita mengisi perut kita dan kapan waktu yang tepat untuk kita mengerem atau berpuasa beberapa saat dalam setiap hari.

Secara teknis dalam kondisi waktu makan, Hormon Insulin dalam tubuh kita akan otomatis meningkat dan ini bisa dikatakan sebagai Signal untuk tubuh menyimpan ekses Kalori ke dalam sel-sel lemak atau Adipocytes. Disaat Hormon Insulin ini hadir, maka selanjutnya proses pembakaran Lemak pada tubuh ini akan dihentikan dan tubuh manusia bekerja pada proses pembakaran Glukosa atau Gula dari Makanan yang telah kita konsumsi.

Berbeda jika kita dalam kondisi atau waktu Puasa. Di waktu ini kadar Hormon Insulin dalam tubuh kita menjadi rendah, sementara Hormon Antagonis dalam bentuk Groeth Hormone (HGH) dan Hormon Glucagon akan meningkat dengan sendirinya. Dimasa ini Tubuh kita bekerja untuk menggerakkan cadangan Lemak agar nantinya dapat digunakan sebagai Sumber Energi Tubuh. Inilah hal Positive yang bisa kita ambil dari Tubuh Manusia disaat kita sedang dalam Kondisi berpuasa.

Dalam Pola Makan Ketofastosis ini yang harus kita pahami adalah Kita hanya akan dapat memanfaatkan Lemak di tubuh kita sebagai sumber Energi pada masa kita sedang berpuasa sekaligus hanya bisa menambah cadangan lemak untuk energi kita ini dalam kondisi makan.

Dan jika kedua Kondisi Makan dan Puasa ini kita bisa atur waktu dengan baik dan menjadi sebuah kebiasaan kita, disinilah kondisi tubuh akan tre setting dengan baik dengan menggunakan Lemak kita sebagai Sumber Energi dan Bukan Makanan besar atau Gula/Glukosa sebagai sumber Energi seperti yang sudah kita pahami sebelum-sebelum ini.

KETERGANTUNGAN PADA GLUKOSA & CARBO


"Apa Akibatnya jika kita masih saja bergantung pada Gula sebagai pengisi utama tubuh kita??".
Akan sangat kita syangkan jika didalah keseharian hidup kita ini sangat jarang untuk membiarkan perut kita kosong Makanan dan hanya mengisinya dengan air saja dan dipenuhi dengan kesibukan makan setiap hari atau makan setiap kita merasa lapar. Maka yang akan terjadi adalah Tubuh kita akan semakin bergantung pada Gula atau Glukosa dan kita tidak dapat memanfaatkan Lemak dalam tubuh ini sebagai Sumber Energi.

Dengan dominasi jenis Makanan orang Indonesia yang selalu akrab dengan Gula dan Karbohidrat, secara tidak langsung kebiasaan tubuh ini akan terdesign untuk menggunakan Jalur Metabolisme Glukosa yang terjadi secara terus-menerus. Yang terjadi pada situasi seperti ini adalah semakin tinggi nya kadar Hormon Insulin dan semakin ketergantungan Tubuh Manusia pada Glukosa sebagai sumber Energi.

Hal ini bukan berarti Tubuh manusia tidaklah membutuhkan Hormon Insulin dala proses Metabolismenya, akan tetapi penggunaan Hormon Insulin secara terus-menerus  dan berkelanjutan akan mengakibatkan terjadinya "Insulin Resistance" dimana Tubuh akan memaksa produksi Hormon Insulin yang berlebihan sebagai response atas kondisi Makan Manusia.

Sehingga nantinya kondisi Insulin Resistance yang mendekati kronis  menjadi akar dari Patologis berbagai benih penyakit yang saat ini banyak berkembang dari hasil "Metabolic Disorder" atau sering disebut sebagai Metabolic Syndrome.

AKIBAT KEBIASAAN KONSUMSI KARBOHIDRAT & GULA


"Apa yang akan terjadi selanjutnya??".
Ketergantungan akan Gula/Glukosa menjadi semakin akut dan apabila seseorang sedan atau telah kehabisa Glukosa dalam tubuhnya dari makanan yang dia konsumsi sebelumnya, maka orang tersebut akan sangat mudah merasa lapar dan selalu haus akan Gula atau Karbohidrat.

Padahal jika saja ketergantungan akan Karbohidrat ini bisa dikurangi, maka tubuh kita akan dengan sendirinya memanfaatkan Lemak yang tersedia di tubuh kita untuk dijadikan sebagai Sumber Energi dan menggantikan fungsi Glukosa yang selama ini kita yakini sebagai satu-satunya sumber Energi kita selama ini.

Kebiasaan Orang Indonesia dari dulu sampai sekarang adalah menggunakan Karbohidrat yang didalamnya mengandung Glukosa tinggi sebagai kebiasaan makan sehari-hari. Beberapa rekan kita bahkan masih mengenal pameo kalau belum makan Nasi, berari kita belum makan. Padahal kebutuhan tubuh kita sesungguhnya sudah bisa kita penuhi dengan makanan jenis lain dan tidak harus Karbohidrat atau Glukosa. Menjadi sebuah pertentangan berat ketika penumpukan Lemak pada tubuh Manusia sudah semakin meningkat dan tidak dapat di manfaatkan sebagai sumber Energi tubuh.

Kondisi ketergantungan pada Gluosa dan tingkat Insulin yang tinggi atau biasa disebut dengan Hyperinsulinemia akan memicu terjadinya penurunan fungsi Mitochondria yang berfungsi sebagai mesin Oksidari Energi dan pembakar Glukosa atau lemak di tubuh kita.

Dan jika pembakaran ini selalu menggunakan Glukosa sebagai bahan utama, maka kemampuan fungsi Mitochondria ini akan menurun dan melupakan Lemak untuk keperluan Metabolisme tubuh, lalu Lemak hanya akan menjadi penghias dan menjejali tubuh kita tanpa bisa di gunakan dengan baik.

MISSING LINK PADA RANTAI METABOLISME MANUSIA


Ada yang hilang pada rantai Metabolisme di tubuh kita selama ini yaitu sebuah kemampuan mendapatkan Hemeostasis atau Keseimbangan pada saat kita sedang berpuasa. Dimana seharusnya dalam kondisi berpuasa, manusia akan memiliki tingkat kemampuan fisik yang lebih tinggi dan lebih produktif dan memiliki kondisi Mental Psykologis yang lebih baik.

Sebuah fakta menakjubkan yang bisa kita rasakan langsung dalam keseharian kita. Bisa kita lihat dari masa kemasa dimana keterbatasan Manusia di jaman lampau telah menghasilkan daya juang dan kemampuan bertahan hidup lebih baik daripada anusia Jaman Now.

Selanjutnya, "Apa sih yang menjadi ketakutan terbesar manusia jaman sekarang dalam menjalani masa Puasa ini??". Adalah syndrome Rendah Gula Darah yang menjadi faktor utama ketakutan kita jika kita berpuasa. Padahal pada kondisi Ketofastosis sendiri, kekurangan Glukosa atau Gula malah akan memberikan kekuatan baru karena secara metabolisme kita akan menggunakan Lemak yang tersimpan pada tubuh kita sebagai Sumber Energi penggangti yang lebih baik.

Sedangkan ketergantungan tubuh pada Glukosa tidaklah selalu baik mengingat Tubuh Manusia memiliki kapasitas yang terbatas dalam menyimpan cadangan Glukosa dalam bentuk Glycogen/Pati di Liver dan Ginjal, padahal disisi lain supplay yang dibutuhkan tubuh sangat besar jika akan digunakan 1 x24 Jam sehari. Sehingga kebutuhan Glukosa Tubuh ini akan merebut banyak jatah kebutuhan Otak kita sehingga resiko akan defisit energi pada otak sangatlah tinggi.

LEMAK SEBAGAI BAHAN BAKAR UTAMA TUBUH MANUSIA


Secara alamiah, Manusia diciptakan dengan Lemak sebagai sumber energi utama pada Tubuh manusia. Dan Lemak adalah Molekul dengan rantai Carbon Panjang yang sangat tidak mudah menembus ke Organ Otak Manusia karena terhalang oleh lapisan pembatas darah atau Blood Brain Barrier.

Lalu kerja Lemak ini menjadi tugas Organ Liver yang merubah Lemak menjadi molekul lebih sederhana agar dapat menyeberang sampai ke Otak Manusia sebagai pengganti Glukosa dan menjadi bahan bakar Otak kita dalam berbagai fungsinya.




Ketone adalah sebuah rantai yang hilang dalam Metabolisme Tubuh Manusia. Missing Link yang terjadi banyak pada manusia jaman sekarang dimana waktu terbanyak dalam keseharian adalah berkaitan dengan Makan dan sedikit sekali masa Puasa nya. Sebuah kondisi yang membuat manusia semakin hari semakin lemah dan mengalami penurunan daya tahan terhadap hidup.

Hal tersebut diatas yang menjadikan kita semakin rentan pada segala jenis sumber penyakit sehingga semakin waktu akan selalu ada penyakit baru yang menghantui kita semua. Diabetes, Autoimmune, Kanker, infeksi, Cardiovascullar yang semuanya merupakan manifestasi dari kondisi kerusakan Metabolisme Tubuh secara umum akibat Hyperinsulinemia yang diikuti oleh tingginya berbagai Hormon - hormon Anabolic lain.

TUJUAN KETOFASTOSIS 


Ketofastosis disini yang akan mengembalikan kemampuan bertahan hidup kita yang sesungguhnya. Dengan Pola makan yang benar dan menggunakan Puasa  sebagai filter dari berbagai sel-sel abnormal didalam tubuh Manusia. Fastosis disini juga sebagai Protokol dengan design dan tujuan untuk mengembalikan kemampuan manusia yang sebenarnya dan menggunakan Metabolisme Lemak yang tepat.

Jadilah Manusia yang lebih baik, sehat dan memiliki daya hidup lebih baik dari manusia lain di jaman yang semakin tua ini. Selain itu juga bertujuan untuk menjadi manusia yang lebih effisien, tidak boros tenaga dan energi seperti disaat kita sangat bergantung pada Glukosa dan Karbohidrat selama ini.

Kunci yang sesungguhnya dalam Fastosis ini berada pada Jam dimana kita sedang berpuasa dan menggunakan waktu yang tepat untuk masa kita memang harus makan sebagai usaha untuk mempertahankan kondisi Hormon Insulin yang tetap rendah sehingga Ketone Bodies menjadi Bahan bakar utama tubuh  dan insulin tidak hilang dari sirkulasi darah kita.

Dengan Kondisi Ketone yang tepat akan melatih Metabolisme Tubuh Manusia untuk bisa lebih kuat dan lebih sehat terutama dalam beradaptasi pada waktu puasa sekaligus meningkatkan Capacity Oksidasi terhadap sel-sel dalam tubuh manusia. Di dalam Pola Makan Ketofastosis ini, Fastosis adalah Protokol dengan memakai Hormesis dalam penciptaan Hemeostasis. Sehingga Hormesis terhadap System immune dan Metabolisme dapat menciptakan kapasitas Response Immune Optimal.

Mari kita hitung-hitungan kembali tentang kesehatan kita yang semakin hari semakin lemah. Sehingga pembagian waktu makan dan Puasa ini akan menjadi sebuah Solusi mudah bagu kita semua agar tubuh kita ini lebih memiliki manfaat untuk diri kita sendiri maupun untuk orang-orang tercinta disekitar kita.

Tulisan ini mengambil Inspirasi dari Founder Diet/Pola Makan Ketofastosis Mr.Tyo Prasetyo. Semoga Mas Tyo yang telah memberikan dampak luar biasa ini selalu mendapat ridho dan Lindungan Allah SWT.

Artikel Terkait