KERAJINAN SERABUT KELAPA DENGAN OMZET RATUSAN JUTA

Kisah sukses Mahasim warga Kebumen yang menggeluti Bisnis kerajinan dari Serabut Kelapa ini hanyalah bukti kecil tentang Pohon Kelapa dengan berbagai manfaat baiknya. Sabut kelapa atau serabut kelapa yang di sulap menjadi sebuah barang jadi yang sangat bernilai harganya telah merubah hidup mas hahasim menjadi lebih baik.

KERAJINAN SERABUT


SUKSES DENGAN BISNIS KERAJINAN DARI SERABUT KELAPA

Kelapa Indonesia - Kali ini berita kisah sukses dari kebumen Jawa Tengah dengan Kerajinan Serabut kelapa sampai mencapi omzet Ratusan Juta rupiah perbulan. Serabut Kelapa yang sering kita lihat sebagai sampah ternyata menjadi sebuah Bisnis emas di tangan Mahasim warga kebumen Jawa Tengah ini.

Paduan antara kreatifitas, ketekunan dan pemahaman dalam melihat peluang yang ada menjadikan entrepreneur kita ini menjadi contoh nyata bagi masyarakat Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alamnya. Mengolah Serabut Kelapa menjadi berbagai macam barang kerajinan jadi yang menarik dan bernilai tinggi membawa berkah bagi sebagian warga sekitar tempat usaha Mahasim ini.


Serabut Kelapa yang dulu hanyalah sampah terbuang disulap menjadi berbagai macam kerajinan hingga dapat menjadi ladang pendapatan dengan nilai luar biasa. Dibantu oleh sedikitnya 15 karyawan dari beberapa Desa sekitar, Mas Mahasim sukses menjadi Boss di negeri sendiri melalui Serabut kelapanya.


Bukan itu saja ternyata, Mahasim juga telah membangun sebuah kemitraan hingga ke Lima Kecamatan disekitar Kebumen dalam wadah AKAS (Aneka Kerajinan Ayaman Sabut Kelapa) yang ia dirikan sebagai penopang Bisnis yang ia rencanakan dengan sangat baik ini. Itupun masih dirasa kurang mengingat permintaan export nan sangat tinggi masih belum juga dia sanggupi dengan berbagai alasan teknis dan sumber daya.


APA SAJA YANG BISA DIBUAT OLEH KERAJINAN SERABUT KELAPA ?

Perlu beberapa proses yang harus dijalani dalam mendapatkan produk yang bagus dan layak jual ke pasar. Berawal dari hanya membuat Keset Serabut kelapa, kini produksi Mahasim sudah sangat bervariasi seperti Tas Serabut kelapa, Pot cantik juga dari Serabut kelapa, Sandal, Coconet hingga Bantal dan Guling sudah ia produksi.

Semakin waktu berjalan dan bertambahnya pengalaman, produksi meningkat dengan menggunakan Batok kelapa dan Batang kayu Kelapa sebagai salahsatu elemen yang juga berpotensi tinggi sebagai bahan baku kerajinan kelapa. Terbukti dengan dibuatnya Tas, meja Kursi, Jok Kursi yang memanfaatkan Batang kayu Kelapa beserta Batok kelapa.


PRODUK JADI DARI SERABUT KELAPA


KESET SERABUT KELAPA 
Bisnis ini berawal dari tahun 1997, Mahasim dan rekannya Darda memulai dengan modal rp.100.000 untuk membuat Keset dengan beberapa ukuran. Produk pertama yang memberikan banyak inspirasi untuk membuat produk-produk dari Serabut Kelapa lainnya. Harga bahan baku Serabut Kelapa yang murah dipetik sebagai ide yang kemudian menjadi sebuah produk jadi berupa Kerajinan Serabut Kelapa versi mahasim dan rekannya.

Hingga sekarang, proses wajib penggilingan Serabut Kelapa sudah menggunakan mesin meskipun masih sederhana. Mesin penggiling ini memiliki fungsi untuk menjadikan Serabut kelapa menjadi Serat yang lebih lembut atau biasa disebut dengan Fiber Sabut Kelapa | Fiber Serabut kelapa. Dari harga dasar Serabut kelapa yang hanya Rp.200/kg bisa menjadi Fiber Serabut yang dapat bernilai sampai Rp.3000/kg.


PENGOLAHAN SERABUT KELAPA 
Sebuah proses awal yang sangat bagus dalam membentuk bahan baku menjadi bahan dasar pembuatan Kerajinan Serabut kelapa. Dan nilai bisnis ini akan meningkat lagi jika nanti Fiber Serabut kelapa ini sudah benar-benar menjadi barang kerajinan yang siap pakai bahkan hingga sampai ke luar negeri. Dan ini tidakbegitu berpengaruh dengan fluktuasi musim seperti yang dialami oleh produk Minyak Kelapa Murni misalnya.

COCOPOT 

Gambar terlampir adalah Cocopot, salahsatu karya Mahasim yang membuat Pot bunga cantik dengan berbagai bentuk, hiasan dan model yang beragam. Sebuah produk kebutuhan rumah tangga yang jelas dan pasti memiliki keunggulan ramah lingkungan, berbeda dengan produk pabrikan yang biasanya berbahan dasar Polybag atau Plastik.

Bahkan proses penggilingan dan pembuatan Fiber Serabut Kelapa ini masih juga memiliki hasil turunan berupa Cocopeat, yaitu sisa butiran-butiran serabut yang jatuh dan terlepas sebagai bahan Pupuk organik. Pengolahan pupuk Organik dari 3000 sampai 4000 butir kelapa setiap hari, kemudian sampai menjadi Pupuk Organik yang mahasim kirim ke Kalimantan dengan harga Rp.450/kg. Kebutuhan Pupuk Organik yang masih juga belum bisa dipenuhi dengan baik oleh Entrepreneur kita ini.


SABUTRET 
Produk andalan lain dari kelompok Kerja ini adalah Sabutret atau Serat Serabut berkaret yang berfungsi sebagai isi kasur, Bantal, Guling sampai Jok Sofa. Sabutret ini didapat dari pengolahan lanjut Fiber Serabut kelapa yang di padu dengan lem atau latex, kemudian di oven dengan aturan tertentu sehingga menghasilkan lembaran Sabutret yang siap apaki untuk industri yang membutuhkan.

Sekali lagi, bahwa mahasim masih juga belum mampu memenuhi banyaknya permintaan Produk Kerajinan Serabut kelapa ini untuk pasar export. Sebuah peluang bagi bangsa ini ada Mahasim Mahasim lain di negeri ini yang sanggup bekerja keras dan memiliki jiwa entrepreneur tinggi untuk memenuhi permintaan export yang sangat tinggi ini.


COCONET 
Inijuga menjadi salahsatu Produk unggulan dari AKAS nya Mas Mahasim. Produk Tali Jaring dari bahan Serabut kelapa yang tiada henti mendapatkan pemintaan rutin dari Medan, balikpapan, sampai Timika papua sana. Coconet Tali yang dijual dengan harag Rp.10.000 sampai dengan RP.15.000/meter ini setiap bulannya bisa kirim 1 Container ke masing-masing tempat tujuan tersebut. Sungguh sebuah bisnis yang sangat inspiratif bagi kita semua.

Jadi, kalau kita hitung untuk produk coconet saja omzet yang diperoleh Rp 240 juta (Rp 8.000 x 50 m x 200 rol x 3). Itu baru pemasukan dari satu produk. Selain itu masih ada pemasukan dari keset kecil sebanyak 5.000 lembar dan keset besar 2.000 lembar. Masing-masing harganya Rp 5.000 dan Rp 35.000. Selain melayani pasar lokal Kebumen, Mahasim juga mengirim produk ke Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, dan Medan.

Ada pula pengiriman pot gantung untuk eksportir yang selanjutnya akan mengirim ke Australia. Tiap bulan Mahasim mengirim pot gantung sebanyak 200-300 pot, harganya Rp 30.000/pot. Selain Australia, Mahasim juga melayani permintaan tali sabut ke Jepang sebanyak 2500 ikat. Satu ikat panjangnya 10 m dan tiap meter dijual seharga Rp 5.000.



PELUANG MENGOLAH SERABUT KELAPA


Untuk memenuhi kebutuhan dengan permintaan sebanyak itu, Mahasim mengaku cukup mengandalkan bahan baku dari Kebumen. Ia punya 4 pemasok tetap yang tiap minggu mengirim 1-2 truk. Tiap truk berisi 4.000 butir sabut kelapa. Selain itu, ia juga menambah dengan banyak jaringan pedagang kelapa yang bisa mengirim ratusan butir sabut tiap hari. Jadi, bahan baku bukanlah sebuah kendala yang berarti bagi bisnis ini.

Justru kendala utama yang kerap dihadapi Mahasim adalah soal tenaga kerja. Jika tiba waktu panen atau tanam, ia sulit mencari pekerja. Karena pekerjanya sebagian besar adalah warga desa yang juga petani.

Bila tiba waktu bagi petani harus mengurusi sawahnya, Mahasim hanya bisa mengandalkan sedikit pekerja. Belum lagi dengan banyaknya minat generasi muda daerah untuk melakukan urbanisasi ke kota besar seperti jakarta.

INDUSTRI MINYAK VCO

Selain itu, kendala lain adalah musim hujan. Misalnya untuk pembuatan coconet, biasa dilakukan di lahan yang cukup luas seperti lapangan. Kalau hujan turun pekerjaan harus terhenti. Jika hambatan itu muncul, ia kerap minta kelonggaran waktu pengiriman produk. “Yang tadinya 10 hari, saya minta kelonggaran jadi 20 hari,” kata Mahasim.

Sungguh Kerajinan Serabut Kelapa yang penih Inspirasi dari Kebumen jawa Tengah. Berkat jalinan relasi yang baik dengan pelanggan dan pemasok, kendala bisnis itu tak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan. Mengolah Serabut Kelapa menjadi Bisnis dengan omzet berlimpah.
Coconose - All About The Indonesian Coconuts

Artikel Terkait